![]() |
Kamis, 27 Desember 2012
Tata Surya
dan
Alam Semesta
Diajukan
untuk memenuhi salah satu syarat guna memproleh
Kelulusan
Mata Pelajaran bahasa Indonesia
DI
SUSUN OLEH :
1. Nola Ellya Yudistira
NISN 9968939892
2. Resky Lestari
NISN 9970342896
SEKOLAH
MENENGAH PERTAMA NEGERI 4 BALIKPAPAN
(SMP NEGERI 4 BALIKPAPAN BARAT)
TAHUN PELAJARAN 2011/2012
Tata Surya dan Alam Semesta
Diajukan
untuk memenuhi salah satu syarat guna memproleh
DI
SUSUN OLEH :
1. Nola Ellya Yudistira
NISN 9968939892
2. Resky Lestari
NISN 9970342896
SEKOLAH
MENENGAH PERTAMA NEGERI 4 BALIKPAPAN
(SMP NEGERI 4 BALIKPAPAN BARAT)
TAHUN PELAJARAN 2011/2012
HALAMAN PENGASAHAN
Judul : Tata Surya dan Alam Semesta
Nama Siswa : 1. Nola Ellya Yudistira
2. Resky Lestari
Tempat/Tgl lahir : 1. Balikpapan, 07 November 1996
2. Balikpapan, 26 Agustus 1997
Jenis kelamin : 1. Perempuan
2. Perempuan
NISN : 1.9968939892
2. 9970342896
Mata Pelajaran :
BAHASA INDONESIA
Sekolah : SMP NEGERI 4 BALIKPAPAN
Alamat : Jl. Bukit Pelajar 1 Sidodadi Balikpapan Barat
Balikpapan,01 Desember 2011
Wali Kelas, Penulis,
Darmayanti, S.Pd. Nola Ellya YudistiraNIP:196912132007012014
NISN :9968939892
Mengetahui :
Kepala
Sekolah SMP Negeri 4 Balikpapan
Drs.
H. Ahmad Mursyid, M.Pd.
NIP
196102061986031022
KATA PENGANTAR
Rasa
syukur penulis atas kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa atas rahmat dan karuniaNya sehingga
penulis dapat menyelesaikan tugas karya tulis ini yang berjudul “Tata Surya”, guna memenuhi tugas
yang merupakan salah satu syarat untuk memperoleh kelulusan atau ketuntasan
dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Berbagai
usaha kami lakukan untuk mendapat informasi atau bahan-bahan dalam rangka
mencari dasar teori dan data yang lebih lengkap, guna mendukung hasil penulisan
yang sesuai dengan tujuan penulisan.
Kami
menyadari bahwa penulisan karya tulis ini dapat diselesaikan karena adanya
bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak, yang telah banyak memberikan
dukungan, memberi bimbingan, dan memberi motivasi selama menyusun karya tulis
ini. Untuk itu kami dengan kerendahan hati ingin menyampaikan banyak terima
kasih kepada :
1.
Kepala Sekolah
SMP Negeri 4 Balikpapan Barat Drs. H. Ahmad Mursyid, M.Pd
2. Ibu
Darmayanti yang telah memberikan pengarahan dalam menyelesaikan karya tulis
ini.
3. Orang
tua kami yang telah memberikan motivasi, dan, bantuan dana untuk menyelesaikan
karya tulis ini.
4. Teman-teman
yang telah memberikan masukan-masukan dan kritik dalam meyelesaikan karya
tulis.
Kami
menyadari bahwa karya tulis ini masih banyak kekurangan-kekurangannya meskipun
kami telah membuat karya tulis ini dengan sebaik-baiknya, maka dari itu kritik,
dan saran akan selalu kami dengar sehingga kami dapat membuat karya tulis yang
lebih baik, dan kami berharap agar karya tulis ini dapat bermanfaat bagi semua
orang yang membutuhkannya terutama para pelajar yang memerlukan.
Balikpapan, 01 Desember 2011
Penulis
Nola.E.Y dan Resky.L
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL 2
HALAMAN PENGESAHAN 3
KATA PENGANTAR 4
DAFTAR ISI 5
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang 6
1.2
Rumusan Masalah 7
1.3
Tujuan Penulisan 8
1.4
Manfaat
Penulisan 9
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Terbentuknya
Alam Semesta 10
2.2 Susunan
Tata Surya 11
2.3 Bumi 11
2.4 Asal
Usul Tata Surya 13
2.5 Daerah
Lingkungan Sekitar 16
2.6 Tata
Surya bagian luar 18
2.7 Kelompok
Asteroit 18
2.8 Merkurius 19
2.9 Venus 19
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan 20
3.2 Saran 21
DAFTAR PUSTAKA 22
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR
BELAKANG
Tata Suryaadalah
kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang
disebut Matahari dan
semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya.
Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui
dengan orbit berbentuk elips, lima planet
kerdil/katai, 173 satelit alami yang
telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet)
lainnya.
Tata Surya terbagi menjadi Matahari,
empat planet bagian dalam, sabuk asteroid,
empat planet bagian luar,
dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan
terletak di daerah terjauh yang
berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.
Berdasarkan jaraknya dari Matahari, kedelapan
planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9
juta km), Venus (108
juta km), Bumi (150
juta km), Mars (228
juta km), Yupiter (779
juta km), Saturnus (1.430
juta km), Uranus (2.880 juta km),
dan Neptunus(4.500
juta km). Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa
yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil.
Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus.
Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di
sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906
juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450
juta km), Makemake (6.850
juta km), dan Eris (10.100 juta km).
Enam dari kedelapan planet dan tiga dari
kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami.
Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang
terdiri dari debu dan partikel lain.
1.2
RUMUSAN
MASALAH
Suatu
kegiatan ilmiah selalu diawali dengan adanya masalah. Masalah adalah suatu kendala atau
persoalan pokok dalam penelitian ilmiah yang harus dipecahkan dengan kata lain
masalah merupakan kesenjangan antara kenyataan dengan suatu yang diharapkan
dengan baik, agar tercapai tujuan dengan hasil yang maksimal. Penelitian ilmiah memerlukan masalah, karna dengan adanya
masalah kita dapat membuat suatu penelitian yang lebih baik kedepannya.
Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka
masalah-masalah yang akan dikaji dalam karya tulis ilmiah ini dirumuskan
sebagai berikut:
1. Bagaimana
terbentuknya alam semesta ?
2. Bagaimana
terbentuknya bumi ?
3. Bagaimana
penjelasan atau teori-teori terbentuknya alam semesta ?
4. Bagaimana
susunan tata surya ?
1.3 TUJUAN PENULISAN
1. Untuk
mengetahui terbentuknya alam semesta
2. Untuk
mengetahui terbentuknya alam semesta
3. Untuk
mengetahiu susunan tata surya
4. Mengetahui
penjelasan atau teori teori dari took-tokoh terkenal mengenai pembentukan alam
semesta dan tata surya.
1.4 Manfaat Penulisan
1. Sebagai
sumber informasi dan pengetahuan bagi para siswa siswi.
2. Sebagai
penambahan materi pembelajaran bagi guru maupun murid.
3. Sebagai
pembelajaran agar kita mengetahui tentang pembentukan
tata surya dan alam semesta
4. Sebagai
bahan penelitian atau pendalaman materi bagi semua orang khususnya para
pelajar.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1Terbentuknya Alam Semesta
Teori-teori tentang terbentuknya alam semesta ialah Teori Keadaan
(Steady State Theory) dan Teori Ledakan Besar (Big-Bang Theory). Teori Keadaan
Tetap, menyatakan bahwa tiap-tiap galaksi yang terbentuk tumbuh menjadi tua dan
akhirnya mati. Jadi teori ini beranggapan bahwa alam semesta itu tak terhingga
besarnya dan juga tak terhingga tuanya (tanpa awal dan akhir). Sedangkan Teori
Ledakan Besar ialah meledaknya massa yang sangat besar dengan dahsyat, karena
adanya reaksi inti.
Berdasarkan Hipotesis Fowler, galaksi berawal
dari suatu kabut gas pijar dengan massa yang sangat besar. Kabut ini kemudian
mengadakan kontraksi dan kondensasi sambil terus berputar pada sumbunya. Ada
massa yang tertinggal, yakni pada bagian luar dari kabut pijar tadi. Massa itu
juga mengadakan kontraksi dan kondensasi maka terbentuklah gumpalan gas pijar
yaitu bintang-bintang.Bagi yang bermassa besar masih berupa kabut bintang.
Dengan cara yang sama, bagian luar bintang yang tertinggal juga mengadakan
kondensasi sehingga terbentuklah planet. Demikian juga bagian planet membentuk
satelit bulan.
Bima Sakti atau Milky Way, berbentuk seperti
kue cucur.Matahari kita terletak kira-kira pada jarak 2/3, dihitung dari pusat
galaksi itu sampai ke tepiannya.
Tata surya terdiri dari matahari sebagai
pusat, benda-benda lain seperti planet, satelit, meteor-meteor, komet-komet,
debu dan gas antarplanet beredar mengelilinginya. Teori-teori yang mendukung
terbentuknya tata surya, antara lain Hipotesis Nebular, Hipotesis
Planettesimal, Teori Tidal, Teori Bintang Kembar, Teori Creatio Continua dan
Teori G.P. Kuiper.
2.2 Susunan
Tata Surya
Matahari kita dikelilingi oleh sembilan planet.Empat buah yang dekat
dengan Matahari disebut planet dalam, yaitu Merkurius, Venus, Bumi dan
Mars.Lima lainnya yang disebut planet luar berada relatif jauh dengan Matahari
dan umumnya besar-besar.Mereka adalah Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan
Pluto.
Anggota.tata. surya yang lain adalah:
1.
Asteroida, berbentuk
semacam planet tetapi sangat kecil, bergaris tengah 500 mil, jumlahnya lebih
dari 2.000 buah dan terletak antara Mars dan Jupiter.
2.
Komet atau bintang
berekor. Garis edarnya eksentrik, perihelionnya sangat dekat dengan matahari,
sedangkan aphelionnya sangat jauh, berupa bola gas pijar seperti matahari.
3.
Meteor, merupakan batuan
dingin yang terjadi akibat gaya tarik bumi sehingga masuk ke atmosfer menjadi
pijar karena bergesekan dengan atmosfer.
2.3 Bumi
Berbagai upaya telah ditempuh untuk menentukan
umur tata surya termasuk bumi. Teori tentang itu antara lain Teori Sedimen,
Teori Kadar Garam, Teori Geotermal dan Teori Radioaktivitas. Teori yang
terakhir inilah yang dianggap paling benar.Teori ini berlandaskan perhitungan
waktu paruh dari peluruhan zat radioaktif. Dengan mengetahui kadar zat
radioaktif dibandingkan dengan kadar zat luruhannya dapat diketahui kapan zat
itu terbentuk. Berdasarkan teori ini, kita dapat menghitung bahwa bumi berumur
antara 5 sampai 7 ribu juta tahun.
Bumi ternyata tidak sepenuhnya bulat, tetapi
agak pipih di kedua kutubnya.Bergaris tengah ekuatorial 7.923 mil sedangkan
antarkutub 7.900 mil. BJnya 5,5 dan
beratnya 6,6 x 1021 ton.
Inti dalam bumi tebalnya 815 mil, inti luar
1.360 mil, mantel bumi 1.800 mil dan lapisan lithosfer 20 mil. Lapisan bumi
yang cair disebut hidrosfer yang menutupi 71% muka bumi dengan kedalaman
rata-rata 4.000 meter.Sedangkan lapisan yang berupa gas disebut atmosfer,
terdiri dari troposfer setebal 10 mil.Di sini terdapat segala kegiatan cuaca
seperti awan, hujan, badai, petir maupun lalu lintas udara.Sesudah troposfer
ialah stratosfer dengan ketebalan mulai dari 10 – 50 mil.Pada lapisan ini
terdapat lapisan ozon yang dapat menolak datangnya sinar ultra violet
berintensitas tinggi dari matahari yang dapat merusak lapisan ionosfer.
Dikatakan demikian, karena segala senyawa
berurai menjadi ion-ion pada temperatur yang sangat rendah.Sekarang lapisan
ozon ini telah robek/berlubang akibat pemakaian bahan kimia jenis CFC.Lapisan
ionosfer penting untuk dinding pemantul gelombang radio.
Teori Wegener mengungkapkan bahwa benua dan
samudera bermula dari satu kontinen.Oleh karena lapisan kulit bumi, pada
awalnya goyah dan bumi bergerak mengadakan rotasi maka lapisan tersebut retak
dan secara perlahan serta terus menerus memisahkan diri menjadi benua-benua.Pegunungan
Himalaya dan Samudera Hindia (Indonesia) terbentuk karena kerutan geoinklinal,
sedangkan Atlantik karena pergeseran horizontal.Lithosfer, hidrosfer maupun
troposfer merupakan tempat tinggal berbagai makhluk hidup dan disebut biosfer.
Harry Hess berpendapat bahwa di bumi ada enam
lempengan utama sebagai berikut.
1.
Lempengan Amerika,
terdiri dari Amerika Utara dan Selatan serta 1/2 dasar bagian barat Samudera
Atlantik;
2.
Lempengan Afrika, yang
terdiri dari Afrika dan sebagian samudera sekitarnya;
3.
Lempengan Eurasia,
terdiri dari Asia, Eropa, dan dasar laut sekitarnya;
4.
Lempengan India, yang
meliputi anak benua itu dan dasar samudera sekitarnya;
5.
Lempengan Australia
terdiri dari Australia dan samudera di sekitarnya;
6.
Lempengan Pasifik, yang
mendasari samudera Pasifik.
2.4
Asal-Usul Tata Surya
2.4.1 Terminologi
Secara informal, Tata Surya dapat dibagi menjadi
tiga daerah.Tata Surya bagian dalam mencakup empat planet kebumian dan sabuk
asteroid utama. Pada daerah yang lebih jauh, Tata Surya bagian luar, terdapat
empat gas planet raksasa.[6] Sejak ditemukannya Sabuk Kuiper, bagian terluar
Tata Surya dianggap wilayah berbeda tersendiri yang meliputi semua objek
melampaui Neptunus.[7]
Secara dinamis dan fisik, objek yang mengorbit
matahari dapat diklasifikasikan dalam tiga golongan: planet, planet kerdil, dan
benda kecil Tata Surya. Planet adalah sebuah badan yang mengedari Matahari dan
mempunyai massa cukup besar untuk membentuk bulatan diri dan telah membersihkan
orbitnya dengan menginkorporasikan semua objek-objek kecil di sekitarnya.
Dengan definisi ini, Tata Surya memiliki delapan planet: Merkurius, Venus,
Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, dan Neptunus. Pluto telah dilepaskan status
planetnya karena tidak dapat membersihkan orbitnya dari objek-objek Sabuk
Kuiper.[8]
Planet kerdil adalah benda angkasa bukan satelit
yang mengelilingi Matahari, mempunyai massa yang cukup untuk bisa membentuk
bulatan diri tetapi belum dapat membersihkan daerah sekitarnya.[8] Menurut
definisi ini, Tata Surya memiliki lima buah planet kerdil: Ceres, Pluto,
Haumea, Makemake, dan Eris.[9] Objek lain yang mungkin akan diklasifikasikan
sebagai planet kerdil adalah: Sedna, Orcus, dan Quaoar. Planet kerdil yang
memiliki orbit di daerah trans-Neptunus biasanya disebut
"plutoid".[10] Sisa objek-objek lain berikutnya yang mengitari
Matahari adalah benda kecil Tata Surya.[8]
Ilmuwan ahli planet menggunakan istilah gas, es,
dan batu untuk mendeskripsi kelas zat yang terdapat di dalam Tata Surya.Batu
digunakan untuk menamai bahan bertitik lebur tinggi (lebih besar dari 500 K),
sebagai contoh silikat.Bahan batuan ini sangat umum terdapat di Tata Surya
bagian dalam, merupakan komponen pembentuk utama hampir semua planet kebumian
dan asteroid.Gas adalah bahan-bahan bertitik lebur rendah seperti atom
hidrogen, helium, dan gas mulia, bahan-bahan ini mendominasi wilayah tengah
Tata Surya, yang didominasi oleh Yupiter dan Saturnus. Sedangkan es, seperti
air, metana, amonia dan karbon dioksida,[11] memiliki titik lebur sekitar
ratusan derajat kelvin. Bahan ini merupakan komponen utama dari sebagian besar
satelit planet raksasa. Ia juga merupakan komponen utama Uranus dan Neptunus
(yang sering disebut "es raksasa"), serta berbagai benda kecil yang
terletak di dekat orbit Neptunus.[12]
Istilah volatiles mencakup semua bahan bertitik didih rendah (kurang
dari ratusan kelvin), yang termasuk gas dan es; tergantung pada suhunya,
'volatiles' dapat ditemukan sebagai es, cairan, atau gas di berbagai bagian
Tata Surya.
Banyak hipotesis tentang asal usul Tata Surya telah
dikemukakan para ahli, beberapa di antaranya adalah:
2.4.2 Hipotesis Nebula
Hipotesis nebula pertama kali
dikemukakan oleh Emanuel
Swedenborg (1688-1772) tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre
Marquis de Laplace secara independen pada tahun 1796.Hipotesis ini, yang lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula Kant-Laplace,
menyebutkan bahwa pada tahap awal, Tata Surya masih berupa kabut raksasa.Kabut
ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula, dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen.Gaya gravitasi yang dimilikinya
menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu kabut
memanas, dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari).Matahari raksasa terus
menyusut dan berputar semakin cepat, dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke
sekeliling Matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring
dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar. Laplace berpendapat bahwa orbit
berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan konsekuensi dari
pembentukan mereka:
2.4.2.1
Hipotesis Planetisimal
Hipotesis planetisimal pertama kali
dikemukakan oleh Thomas
C. Chamberlin dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa Tata Surya kita terbentuk
akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan Matahari, pada masa
awal pembentukan Matahari. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada
permukaan Matahari, dan bersama proses internal Matahari, menarik materi
berulang kali dari Matahari. Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya
dua lengan spiral yang memanjang dari Matahari. Sementara sebagian besar materi
tertarik kembali, sebagian lain akan tetap di orbit, mendingin dan memadat, dan
menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Objek-objek tersebut bertabrakan
dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan, sementara sisa-sisa materi
lainnya menjadi komet dan asteroid.
2.4.2.2 Hipotesis Pasang Surut Bintang
Hipotesis pasang surut bintang pertama
kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada
Matahari. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah
besar materi dari Matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka, yang kemudian
terkondensasi menjadi planet. Namun astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan
yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi. Demikian pula astronom Henry
Norris Russell mengemukakan keberatannya atas
hipotesis tersebut.
2.4.2.3 Hipotesis Kondensasi
Hipotesis kondensasi mulanya
dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G.P. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950.Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa Tata Surya terbentuk dari bola
kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.
2.4.2.4 Hipotesis Bintang Kembar
Hipotesis bintang kembar awalnya
dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya Tata Surya kita berupa dua
bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak
meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi
bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.
2.5 Daerah Lingkungan Sekitar
Lingkungan galaksi terdekat dari Tata
Surya adalah sesuatu yang dinamai Awan Antarbintang Lokal (Local Interstellar
Cloud, atau Local Fluff), yaitu wilayah berawan tebal yang dikenal dengan nama
Gelembung Lokal (Local Bubble), yang terletak di tengah-tengah wilayah yang
jarang. Gelembung Lokal ini berbentuk rongga mirip jam pasir yang terdapat pada
medium antarbintang, dan berukuran sekitar 300 tahun cahaya. Gelembung ini
penuh ditebari plasma bersuhu tinggi yang mungkin berasal dari beberapa
supernova yang belum lama terjadi.[72]
Di dalam jarak sepuluh tahun cahaya
(95 triliun km) dari Matahari, jumlah bintang relatif sedikit. Bintang yang
terdekat adalah sistem kembar tiga Alpha Centauri, yang berjarak 4,4 tahun
cahaya. Alpha Centauri A dan B merupakan bintang ganda mirip dengan Matahari,
sedangkan Centauri C adalah kerdil merah (disebut juga Proxima Centauri) yang
mengedari kembaran ganda pertama pada jarak 0,2 tahun cahaya.
Bintang-bintang terdekat berikutnya
adalah sebuah kerdil merah yang dinamai Bintang Barnard (5,9 tahun cahaya),
Wolf 359 (7,8 tahun cahaya) dan Lalande 21185 (8,3 tahun cahaya). Bintang
terbesar dalam jarak sepuluh tahun cahaya adalah Sirius, sebuah bintang
cemerlang dikategori 'urutan utama' kira-kira bermassa dua kali massa Matahari,
dan dikelilingi oleh sebuah kerdil putih bernama Sirius B. Keduanya berjarak
8,6 tahun cahaya. Sisa sistem selebihnya yang terletak di dalam jarak 10 tahun
cahaya adalah sistem bintang ganda kerdil merah Luyten 726-8 (8,7 tahun cahaya)
dan sebuah kerdial merah bernama Ross 154 (9,7 tahun cahaya).[73]
Bintang tunggal terdekat yang mirip
Matahari adalah Tau Ceti, yang terletak 11,9 tahun cahaya. Bintang ini
kira-kira berukuran 80% berat Matahari, tetapi kecemerlangannya (luminositas)
hanya 60%.[74] Planet luar Tata Surya terdekat dari Matahari, yang diketahui
sejauh ini adalah di bintang Epsilon Eridani, sebuah bintang yang sedikit lebih
pudar dan lebih merah dibandingkan mathari. Letaknya sekitar 10,5 tahun cahaya.
Planet bintang ini yang sudah dipastikan, bernama Epsilon Eridani b, kurang
lebih berukuran 1,5 kali massa Yupiter dan mengelilingi induk bintangnya dengan
jarak 6,9 tahun cahaya.[75]
2.6 Tata Surya bagian luar
Pada bagian luar dari Tata Surya
terdapat gas-gas raksasa dengan satelit-satelitnya yang berukuran planet.Banyak
komet berperioda pendek termasuk beberapa Centaur, juga berorbit di daerah ini.
Badan-badan padat di daerah ini mengandung jumlah volatil (contoh: air, amonia,
metan, yang sering disebut "es" dalam peristilahan ilmu keplanetan) yang
lebih tinggi dibandingkan planet batuan di bagian dalam Tata Surya
Raksasa-raksasa gas dalam Tata Surya
dan Matahari, berdasarkan skalaKeempat planet luar, yang disebut juga planet
raksasa gas (gas giant), atau planet jovian, secara keseluruhan mencakup 99
persen massa yang mengorbit Matahari. Yupiter dan Saturnus sebagian besar
mengandung hidrogen dan helium; Uranus dan Neptunus memiliki proporsi es yang
lebih besar. Para astronom mengusulkan bahwa keduanya dikategorikan sendiri
sebagai raksasa es.[43] Keempat raksasa gas ini semuanya memiliki cincin, meski
hanya sistem cincin Saturnus yang dapat dilihat dengan mudah dari bumi.
2.7 Kelompok Asteroit
Asteroid pada sabuk utama dibagi
menjadi kelompok dan keluarga asteroid bedasarkan sifat-sifat orbitnya.satelit
asteroid adalah asteroid yang mengedari asteroid yang lebih besar. Mereka tidak
mudah dibedakan dari satelit-satelit planet, kadang kala hampir sebesar
pasangannya. Sabuk asteroid juga memiliki komet sabuk utama yang mungkin
merupakan sumber air bumi.[42]
Asteroid-asteroid Trojan terletak di
titik L4 atau L5 Yupiter (daerah gravitasi stabil yang berada di depan dan
belakang sebuah orbit planet), sebutan "trojan" sering digunakan
untuk objek-objek kecil pada Titik Langrange dari sebuah planet atau satelit.
Kelompok Asteroid Hilda terletak di orbit resonansi 2:3 dari Yupiter, yang
artinya kelompok ini mengedari Matahari tiga kali untuk setiak dua edaran
Yupiter.
Bagian dalam Tata Surya juga dipenuhi
oleh asteroid liar, yang banyak memotong orbit-orbit planet planet bagian
dalam.
2.8 Merkurius
Merkurius (0,4 SA dari Matahari)
adalah planet terdekat dari Matahari serta juga terkecil (0,055 massa bumi).
Merkurius tidak memiliki satelit alami dan ciri geologisnya di samping kawah
meteorid yang diketahui adalahlobed ridges atau rupes, kemungkinan terjadi
karena pengerutan pada perioda awal sejarahnya.[26] Atmosfer Merkurius yang
hampir bisa diabaikan terdiri dari atom-atom yang terlepas dari permukaannya
karena semburan angin surya.[27] Besarnya inti besi dan tipisnya kerak
Merkurius masih belum bisa dapat diterangkan. Menurut dugaan hipotesa lapisan
luar planet ini terlepas setelah terjadi tabrakan raksasa, dan perkembangan
("akresi") penuhnya terhambat oleh energi awal Matahari.[28][29]
2.9 Venus
Venus (0,7 SA dari Matahari) berukuran
mirip bumi (0,815 massa bumi). Dan seperti bumi, planet ini memiliki selimut
kulit silikat yang tebal dan berinti besi, atmosfernya juga tebal dan memiliki
aktivitas geologi.Akan tetapi planet ini lebih kering dari bumi dan atmosfernya
sembilan kali lebih padat dari bumi.Venus tidak memiliki satelit. Venus adalah
planet terpanas dengan suhu permukaan mencapai 400 °C, kemungkinan besar
disebabkan jumlah gas rumah kaca yang terkandung di dalam atmosfer.[30] Sejauh
ini aktivitas geologis Venus belum dideteksi, tetapi karena planet ini tidak
memiliki medan magnet yang bisa mencegah habisnya atmosfer, diduga sumber
atmosfer Venus berasal dari gunung berapi.[31]
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Kapitalisasi
istilah ini beragam. Persatuan Astronomi Internasional, badan yang mengurusi
masalah penamaan astronomis, menyebutkan bahwa seluruh objek astronomi
dikapitalisasi namanya (Tata Surya). Namun, istilah ini juga sering ditemui
dalam bentuk huruf kecil (tata surya)
Lihat Daftar satelit untuk semua satelit alami
dari delapan planet dan limaplanet kerdil.
Massa Tata Surya tidak termasuk
Matahari, Yupiter, dan Saturnus, dapat dihitung dengan menambahkan semua massa
objek terbesar yang dihitung dan menggunakan perhitungan kasar untuk massa awan
Oort (sekitar 3 kali massa Bumi),,[76] sabuk Kuiper (sekitar 0,1 kali massa
Bumi)[55] dan sabuk asteroid (sekitar 0,0005 kali massa Bumi)[39] dengan total
massa ~37 kali massa Bumi, atau 8,1 persen massa di orbit di sekitar Matahari.
Jika dikurangi dengan massa Uranus dan Neptunus (keduanya ~31 kali massa Bumi),
sisanya ~6 kali massa Bumi merupakan 1,3 persen dari massa keseluruhan.
Astronom mengukur jarak di dalam Tata Surya dengan
satuan astronomi (SA). Satu SA jaraknya sekitar jarak rata-rata Matahari dan
Bumi, atau 149.598.000 km. Pluto berjarak sekitar 38 SA dari Matahari, Yupiter
5,2 SA. Satu tahun cahaya adalah 63.240 SA..
3.2 SARAN
Dari hasil Penelitian ini, penulis
memberikan saran-saran sebagai berikut :
1.
Sebelum
melakukan suatu tindakan hendaknya harus dipikirkan secara matang sehingga
tidak menyesal di kemudian hari
2.
Kita
sebagai generasi muda harus menjaga keseimbangan alam untuk generasi
selanjutnya.
3.
Dalam
menjaga keseimbangan alam, kita sebagai makhluk hidup harus dengan cerdas menjaga
alam sekitar kita.
DAFTAR PUSTAKA
^ Swedenborg, Emanuel.
1734, (Principia) Latin: Opera Philosophica et Mineralia (English:
Philosophical and Mineralogical Works), (Principia, Volume 1)
^ See, T. J. J. (1909).
"The Past History of the Earth as Inferred from the Mode of Formation of
the Solar System". Proceedings of the American Philosophical Society 48:
119. Diakses pada 23 Juli 2006.
^ a b c M. M. Woolfson
(1993). "The Solar System: Its Origin and Evolution". Journal of the
Royal Astronomical Society 34: 1–20. Diakses pada 16 April 2008.
^ Benjamin Crowell
(1998-2006). "5". Conservation Laws.lightandmatter.com.
^ M Woolfson (2000).
"The origin and evolution of the solar system".Astronomy &
Geophysics 41: 1.12. doi:10.1046/j.1468-4004.2000.00012.x.
^
nineplanets.org."An Overview of the Solar System".Diakses pada 15
Februari 2007.
^ Amir Alexander
(2006). "New Horizons Set to Launch on 9-Year Voyage to Pluto and the
Kuiper Belt". The Planetary Society.Diakses pada 8 November 2006.
^ a b c "The Final
IAU Resolution on the definition of "planet" ready for voting",
IAU, 24 Agustus 2006.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)




Tidak ada komentar :
Posting Komentar
terimakasih telah berkunjung sob