/* Starts Menu Sideabr Jquery melayang by tutorialbelajarblogger.blogspot.com Starts*/ ul#navigation { position:fixed; margin: 0px; padding: 0px; top: 55px; left: 0px; list-style: none; z-index:9999; } ul#navigation li { width: 100px; } ul#navigation li a { display: block; margin-left: -2px; width: 100px; height: 50px; background-color: #ffffff; background-repeat:no-repeat; background-position:center center; border:1px solid #fff; -moz-border-radius:0px 10px 10px 0px; -webkit-border-bottom-right-radius: 10px; -webkit-border-top-right-radius: 10px; -khtml-border-bottom-right-radius: 10px; -khtml-border-top-right-radius: 10px; -moz-box-shadow: 0px 4px 3px #000; -webkit-box-shadow: 0px 4px 3px #000; opacity: 0.9; filter:progid:DXImageTransform.Microsoft.Alpha(opacity=90); } ul#navigation .home a{ background-image: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSBUS_SeDw-VK-gv8KtEEgFWRK_FH8tnstYaA-5PeSjEc9cU7cmdNHbvruvCUCpEIYdYT8v2OokgU5oBFrO36Wf4qwHw78pN30Hco63dHUQagkB9G9k7UvrYVfx_PLFUhZIr4Jo7YagaY/s1600/home.png); } ul#navigation .about a { background-image: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVKUWY14psk508ohrXN5q-hyTK98BAaM-zw_lB6gZ-8yHsoT0wxhcBhlqmlEN3554-45d8D-u1hgwPtm2HJQYyvy-dM0Z7WIxZTFkcjFqalalJEh4CH4YwC_7-9z71J1Jjp8p5mfOuJ14/s1600/konco.png); } ul#navigation .rss a { background-image: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaoR-2ZXjVI8Z4dj_KUF7nr5tHyTD3wEB_SI0bOBUzLdogoRh6ZLptXgetVifO0yK29T8wQgRsbapLiep5tD3JrZVjdajaPhOzcVI3GuubsbMwY2KnJvB7lW-bYp01xcAuAXtRWhZ2wj8/s1600/rss.png); } ul#navigation .mail a { background-image: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnLrbUnPsgIFdVP0F4i2BMgJnwtn0XQTH1Me7SHoxmngLgD3MQF_ynR40VMRxEFedn4wUszHKxlQs22nbojcmBV3PysERV9XPeZ2WqeJf00eqtvXRCZHMLYqJjI77nWQXcGHgK9xBUblE/s1600/mail_receive.png); } ul#navigation .facebook a { background-image: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUEj9k4wDp9DSNsXWezV6PJbabgjYqvMXaPT7VCXlanEpb6c9KlVie7iC4Eh1K8G41iQaklwzSIIOG_yv2KlhASUJN-AKLv1ZijHnBtAkjL2sgEFLTpMQ2QIEQiD7dfBteBLfiFd4YXtI/s1600/about.png); } ul#navigation .twitter a { background-image: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfR_DkHqjX0XvYEF7k4TF0pXX6ZKhTxl3jUBAZYeY_ShKX-BxmKvwnK9qsm-LRAmfl4RplkJAN9xD1W9mBHk6e4_bzT6aOvM4CQm8801wK33PzrGt3K2K0gFKf8X7yFxv0B_qlRLdpXOc/s1600/twitter.jpg); } ul#navigation .youtube a { background-image: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5YPb0-ZmnI3FAG68RgmV-kbyPXuVFfi2XBN6fpG_cZRkQTkAuIKoB9cKz74xniMFe33qhaIedUIQzq0ozB2EEDiij0JZdHpo9_2LbCyIphNQ2lKy2x1UMdaTND797Fg76v8FqMM5N6-U/s1600/You+Tube.png); } ul#navigation .googleplus a { background-image: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbXKe1XlVYKxCabU0xNHZeN2Q_F3iG1Hu3mi00wDmpQfJUcmO8XLKKSAmPuLat9Hn1uIUab1ZNaJ_AEILaSk-fY5iR067KgErI5v2G6ZVsoIpKbnh11fH5I-uot6oCfrXcoZG9eoldoH4/s1600/google+plus+circle.jpeg); } ul#navigation .yahoo a { background-image: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLFoQASvyi5x2ljbxR41wGFlA03udYDTbnVJvoJq17x4_sjIkDKeS2T5LBZrECXaVwnfIGTpN4QXiwOGvy2wpw9MIIesJ5CXvvJCtNqL8GM6Q2Qm0VBSSlmASUlsMCjLEXpk36eQSqIaE/s1600/yahoo+icon.jpg); } /* End Menu Sideabr Jquery melayang by tutorialbelajarblogger.blogspot.com End*/ #loadhalaman {position:fixed;opacity:0.93;top:0;left:0;background-color:#000;z-index:9999;text-align:center;width:100%;height:100%;padding-top:20%;color:#000;display:none;} .loadball {background-color: transparent;border:5px solid rgb(240 ,0 , 0);border-right:5px solid transparent;border-left:5px solid transparent;border-radius:50px;box-shadow: 0 0 35px rgb(255 ,0 , 0);width:50px;height:50px;margin:0 auto;-moz-animation:spinPulse 1s infinite ease-in-out;-webkit-animation:spinPulse 1s infinite linear;} .loadball-2 {background-color: transparent;border:5px solid rgb(240 ,0 , 0);border-left:5px solid transparent;border-right:5px solid transparent;border-radius:50px;box-shadow: 0 0 15px rgb(255 ,0 , 0);width:30px;height:30px;margin:0 auto;position:relative;top:-50px;-moz-animation:spinoffPulse 1s infinite linear;-webkit-animation:spinoffPulse 1s infinite linear;} @-moz-keyframes spinPulse {0% { -moz-transform:rotate(160deg); opacity:0; box-shadow:0 0 1px rgb(255, 0, 0)}50% { -moz-transform:rotate(145deg); opacity:1; }100% { -moz-transform:rotate(-320deg); opacity:0; }} @-moz-keyframes spinoffPulse {0% { -moz-transform:rotate(0deg); } 100% { -moz-transform:rotate(360deg); }} @-webkit-keyframes spinPulse {0% { -webkit-transform:rotate(160deg); opacity:0; box-shadow:0 0 1px rgb(255, 0, 0)} 50% { -webkit-transform:rotate(145deg); opacity:1;} 100% { -webkit-transform:rotate(-320deg); opacity:0; }} @-webkit-keyframes spinoffPulse {0% { -webkit-transform:rotate(0deg); } 100% { -webkit-transform:rotate(360deg); }}

Kamis, 27 Desember 2012

alat reproduksi manusia


ALAT REPRODUKSI MANUSIA
a. Intrgonadal
1. Pada Pria
 Alat Kelamin Dalam
Alat kelamin dalam pria terdiri atas : testis, saluran kelamin dan kelenjar kelamin.
- Testis
Testis disebut juga gonad jantan. Alat ini jumlahnya sepasang, bentuknya bulat telur. Testis tersimpan di dalam suatu kantong yang disebut skrotum. Kantong ini terletak di luar rongga perut. Fungsi testis adalah sebagai alat untuk memproduksi sel- sel sperma dan juga memproduksi hormon kelamin jantan yang disebut testoteron. Di dalam testis banyak terdapat pembuluh- pembuluh halus disebut tubulus seminiferus.
- Saluran Reproduksi (Kelamin) Pria
Sperma yang dihasilkan oleh testes akan keluar melalui saluran kelamin, yang terdiri atas :
Ø Epididimis yaitu saluran yang keluar dari testis. Saluran ini panjang dan berkelok- kelok di dalam skrotum. Setiap testis mempunyai satu epididimis. Oleh sebab itu, epididimis manusia berjumlah sepasang kanan dan kiri. Di dalam epididimis ini sperma disimpan untuk sementara waktu, dan di sinilah sperma menjadi masak dan dapat bergerak menuju saluran berikutnya, yaitu vas deferens.
Ø Vas Deferens merupakan saluran lanjutan dari epididimis. Kalau epididimis merupakan saluran yang berkelok- kelok maka vas deferens merupakan saluran lurus dan mengarah ke atas. Bagian ujungnya terdapat di dalam kelenjar prostat. Fungsi vas deferens ini adalah untuk jalanya (mengangkut) sperma dari epididimis menuju ke kantong sperma atau vesikula seminalis.
Ø Saluran Ejakulasi merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantong semen dengan uretra. Saluran ini mempunyai keistimewaan, yaitu mampu menyemrotkan sperma tinggi masuk ke uretra dan selanjutnya keluar.
Ø Uretra adalah saluran yang terdapat di dalam penis. Uretra merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi. Uretra terdapat di dalam penis Saluran ini mempunyai dua fungsi, yaitu : (1) sebagai alat pengeluaran, yaitu saluran untuk membuang urine keluar tubuh serta (2) sebagai saluran kelamin, yaitu sebagai saluran semen dari kantong mani.
- Kelenjar Kelamin
Disamping testis (gonad) dan slauran kelamin, alat kelamin manusia juga di lengkapi kelenjar- kelenjar kelamin. Kelenjar ini bertugas memproduksi getah- getah kelamin. Kelenjar tersebut terdiri atas :
·Vesikula Seminalis disebut kantong mani atau kantong semen. Jumlahnya sepasang, tetapi terikat menjadi satu kantong. Dinding vesikula seminalis dapat menghasilkan getah berwarna kekuningan yang banyak mengandung zat getah kelamin. Cairan ini yang mencukupi kebutuhan makanan bagi sel- sel sperma.
·Kelenjar Prostat menghasilkan getah yang dialirkan ke saluran sperma.
·Kelenjar Bulbouretra (Cowper) menghasilkan getah yang dialirkan keuretra.Getah yang dihasilkan berupa lendir.
Sperma yang dihasilkan oleh testis, setelah bercampur dengan getah- getah dari kelenjar kelamin akan membentuk suatu komponen yang disebut semen. Pada saat terjadi perkawinan (kopulasi), semen dipancarkan keluar melalui uretra.
b.  Alat Kelamin Luar
Alat kelamin luar pria terdiri atas penis dan skrotum.
- Penis merupakan alat kelamin luar yang penting untuk kopulasi atau persetubuhan. Kopulasi adalah hubungan kelamin antara pria dan wanita yang bertujuan untuk memindahkan semen ke saluran kelamin wanita.
Di dalam penis tedapat uretra, yaitu suatu saluran yang dikelilingi oleh jaringan erektil yangrongganya banyak dan banyak mengandung pembuluh darah. Apabila karena sesuatu hal, rongga ini berisi penuh oleh darah maka penis akan tegang dan mengembang disebut Ereksi.
Alat reproduksi pria mulai dapat berfungsi semenjak masa puber, yaitu lebih kurang usia 14 tahun sampai tua, selama manusia itu dalam keadaan sehat.
Scrotum merupakan selaput pembungkus testis yang merupakan pelindung testis serta mengatur suhu   yang sesuasi bagi spermatozoa
repro_1repro_2


2. Pada wanita
b.Alat Kelamin Luar
Alat kelamin luar wanita terdiri atas : vulva, labium, saluran urine dan saluran kelamin.
·Vulva, yaitu suatu celah paling luar dari alat kelamin wanita. Dapat di bagi menjadi 2, yaitu :
- Labium mayor merupakan sepasang bibir besar yang terletak dibagian luas dan membatasi vulva. Di depan lambium mayor terdapat tonjolan kecil yang disebut klitoris (kelentit). Pada klitoris terdapat jaringan erektil sehingga dapat berereksi seperti halnya penis pada laki- laki.
- Labium minor merupakan sepasang bibir kecil yang terletak di bagian dalam dan membatasi vulva.
 ·Ke dalam vulva bermuara dua saluran, yaitu saluran urine (uretra) dan  saluran   kelamin atau vagina.
· Vagina merupakan saluran akhir dari saluran kelamin
· Terdapat sebuah lipatan kulit menutupi sebagian lubang vagina.Lipatan kulit tersebut disebut himen (selaput dara).

repro_12


b. Aalt Kelamin Dalam

Alat kelamin dalam wanita terdiri atas ovarium atau indung telur, saluran kelamin dan vagina atau liang peranakan.
·   Ovarium, umumnya ovarium seorang wanita berjumlah sepasang. Bentuknya seperti telur, terdapat di dalam rongga badan, di daerah pinggang dan disebelah kiri dan kanan tulang kemudi. Di dalam ovarium terdapat kelenjar buntu penghasil hormon dan sel tubuh yang bertugas membentuk sel telur atau ovum. Sel tubuh penghasil sel telur ini disebut folikel.
a. Estrogen yang berfungsi untuk mempertahanakan sifat sekunder pada wanita serta juga membantu dalam proses pematangan sel ovum.
b. Progesterone yang berfungsi dalam memelihara masa kehamilan.
·Fimbriae merupakan serabut/ silia lembut yang terdapat di bagian pangkal ovarium berdekatan dengan ujung saluran oviduct. Berfungsi untuk menangkap sel ovum yang telah matang yang dikeluarkan oleh ovarium.
·Infundibulum merupakan bagian ujung oviduct yang berbentuk corong/ membesar dan berdekatan dengan fimbriae. Berfungsi menampung sel ovum yang telah ditangkap oleh fimbriae.
·Tuba fallopi meruapakan saluran memanjang setelah infundibulum yang bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya.
· Oviduct merupakan saluran telur berjumlah sepasang, yaitu kanan dan kiri. Berfungsi sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus denga bantuana silia pada dindingnya.
· Uterus merupakan organ yang berongga dan berotot. Berbentuk sperti buah pir dengan bagian bawah yang mengecil. Berfungsi sebagai tempat pertumbuhan embrio. Tipe uterus pada manusia adalah simpleks yaitu dengan satu ruangan yang hanya untuk satu janin.Uterus mempunyai 3 macam lapisan dinding yaitu :
ü Perimetrium yaitu lapisanyang terluar yang berfungsi sebagai pelindung uterus.
repro_18repro_19

b. Ekstragonadal
1. Payudara
Payudara manusia berbentuk kerucut dan memanjang dari iga kedua atau ketiga sampai iga keenam atau ketujuh.Payudara memiliki jaringan kelenjar yang terdiri atas 15-25 lobus, masing- masing bermuara di duktus ekretorius dan berakhir pada putting susu. Tiap duktus melebar ketika memasuki basis putting susu untuk membentuk sinus susu yang befungsi sebagai reservoir susu selama masa menyusui. Tiap lobus terdiri dari 50-75 lobulus yang bermuara ke dalam suatu suatu duktus ekrestorius.Putting susu dan aerola mengandung otot polos yang berfungsi untuk menyempitkan aerola dan menekan putting susu sehingga putting susu tegak dan keras, dengan demikian akan mempermudah pengosongan sinus susu. Kulit putting susu dan aeropla berpigmen banyak dan tidak berambut, tetapi kadang-kadang pada aerola mengandung folikel rambut.
2.  Kulit
Di berbagai area tertentu tubuh, kulit memiliki sensitifitas yang lebih tinggi dan responsive secara seksual, misalnya kulit di bagian bokong dan lipat paha dalam. Protein di kulit mengandung pheromone (sejenis metabolit steroid dari keratinosit epidermal lemak. Yang berfungsi sebagai “parfum” daya tarik seksual. Pheromone juga ditenukan juga di dalam urine, plasma keringat dan kelenjar air liur

 Fungsi Organ Reproduksi pada Pria dan Wanita

 
a. Skrotum ( pria )
 kantong longgar yang tersusun atas kulit, fasia, dan otot polos yang membungkus dan menopang testis di luar yang pada suhu optimum untuk produksi spermatozoa. Ada otot dartos yaitu suatu lapisan serat dalam fasia dasar yang berkontraksi untuk membentuk kerutan pada kulit scrotal sebagai respon terhadap udara dingin atau eksitasi seksual. Ada dua kantong scrotal, yang pada scrotal berisi satu testis yang dipisahkan oleh septum internal.

b.Testis

Adalah organ lunak, berbentuk oval dengan panjang 4-5 cm dan diameter 2,5 cm. Fungsinya untuk menghasilkan hormon testosteron dan sperma. Dibagian kelenjar testis ada beberapa bagian, yaitu;

1) Tunika albuginea
: kapsul yang membungkus testis yang merentang ke arah dalam yag terdiri dari sekitar 250lobulus.
2) Tubulus seminiferus : tempat berlangsungnya spermatogenesis yang terlilit dalam lobulus. Didalamnya terdapat sel sertoli yang fungsinya adalah memberi nutrisi pada spermatozoa yang sedang berkembang, pembentukan hormon testosteron serta hormon inhibin (negative feedback) sehingga FSH turun.
3) Duktus, yang membawa sperma matur dari testis ke bagian eksterior tubuh.
4) Epididimis, yaiu tuba yang terlilit yang panjangnya 4-6 meter yang terletak disepanjang sisi posterior testis. Di bagian ini menerima sperma dari duktus aferen. Fungsi epididimis sebagai tempat pematangan sperma. Epididimis menyimpan sperma dan mempertahankannya sampai enam minggu. Selama enam minggu ini sperma menjadi motil, matur, sempurna dan mampu melakukan fertilisasi.
5) Duktus deferen, adalah kelanjutan dari epididimis yang berupa tuba lurus yang terletak dalam korda spermatic yang mengandung pembukuh darah dan pembuluh limfatik, syaraf SSO, otot kresmater dan jaringan ikat. Duktus ini mengakir di balik kandung kemih bagian bawah untuk bergabung dengan duktus ejakulator.

c. Ductus Ejaculator

Merupakan tempat pertemuan pembesaran (ampula) di bagian kedua ujung duktus deferen dan duktus dari vesika seminalis. Panjang mencapai 2 cm dan menembus kelenjar prostat untuk bergabung dengan uretra yang berasal dari kandung kemih.

d. Uretra Yang merentang dari kandung kemih sampai ujung penis sebagai saluran sperma dan urine.

e. Kelenjar aksesoris
1) Sepasang vesikel seminalis, yang merupakan kantong terkonvulsi(berkelok-kelok) yang bermuara ke dalam duktus ejakulator menghasilkan secret berupa cairan kental dan basa yang akan fruktosa, yang berfungsi untuk melindungi dan menutrisi sperma, meningkatkan pH ejakulat dan mengandung prostaglandin yang menyababkan gerakan spermatozoa lebih cepat, sehingga lebih cepat sampai ke tuba fallopi. Setengah lebih sekresi vesika seminalis adalah semen.
2) Kelenjar prostat, mengeluarkan cairan basa yang menyerupai susu yang menetralisir asiditas vagina selama senggama dan meningkatkan motilitas sperma yang optimumpada pH 6.0 sampai 6.5.
3) Kelenjar bulbouretral (cowper), adalah sepasang kelenjar kecil yang ukurannya dan bentuknya menyerupai kacamg polong. Kelenjar ini berfungsi mensekresikan cairan basa yang mengandung mucus ke dalam uretra penis untuk melumasi dan melindungi serta ditambahkan pada semen (spermatozoa + secret).

f. Penis , Berfungsi untuk tempat keluar urine, semen serta sebagai organ kopulasi.


2 Organ reproduksi wanita
A. Genitalia Externa (vulva atau pudendum)

a. Mons pubis Adalah bantalan jaringan lemak dan kulit yang terletak di atas simpisis pubis. Bagian ini tertutup rambut pubis setelah pubertas.
b. Labia Mayora (bibir besar)
Dua lapisan kulit longtudinal yang merentang ke bawah dari mons pubis dan menyatu pada sisi posterior perineum. Labium mayor analog dengan skrotum pada alat kelamin laki-laki.
c. Labia Minora (bibir kecil)
Lipatan kulit di bawah labium mayora, tetapi mengandung sebasea dan beberapa kelenjar keringat
d. Clítoris
Homolog dengan penis pada laki-laki tetapi tidak memiliki mulut uretra. Clítoris terdiri atas batang dan glans Clítoris bundar yang banyak mengandung ujung saraf dan sangat sensitif. Batang klitoris mengandung dua korpora kavernosum yang tersusun dari jaringan erektil yang pada saat mengembung dengan darah selama eksitasi seksual, bagian ini bertanggung jawab untuk ereksi klitoris.
e. Vestibula



f. Orifisum Uretra
Merupakan Jalur keluar urine dari kandung kemih
g. Mulut vagina
Terletak di bawah orifisium uretra. Sedangkan Himen (selaput dara) yang melingkari mulut vagina adalah suatu membran yang bentuk dan ukurannya bervariasi
h. Perineum 
Kulit antara pertemuan dua lipatan labia mayor dan anus yang merupakan area berbentuk seperti intan yang terbentang dari simpisis pubis di sisi anterior sampai ke koksiks di sisi posterior dan ketuberositas iskial di sisi lateral.


B. Genitalia Interna

a. Ovarium
Merupakan tempat pembentukan sel telur (ovum), hormon estrogen dan progesteron.
b. Tuba fallopi
Berfungsi menerima dan mentransport oosit ke uterus setelah ovulasi.
Serta pada 1/3 bagian atas Tuba fallopi merupakan tempat fertilisasi.
c. Uterus(rahim)
Merupakan tempat tumbuh danberkembangnya janin.
Uterus terdiri atas:
1. Fundus uteri
Untuk mengetahui umur kehamilan dengan perabaan pada Fundus uteri.
2. Korpus uteri
Sebagai tempat janin berkembang.
3. Serviks uteri

d. Vagina
Sebagai organ kopulasi permpuan serta jalan lahir bayi dan aliran menstrual.


C. Payudara
Sebagai organ penting dalam proses lactasi yaitu dapat menghasilkan air susu dari kelenjar mamae,



GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI MANUSIA
HERNIA: gangguan struktural pada laki-laki ketika usus kecil mendorong melalui pembukaan tempat testis turun
Infertilitas: dapat disebabkan oleh cacat struktural dari tubles seminiferus (yaitu: gondok dapat menyebabkan testis membengkak dan menghancurkan tubulus), atau dari sperma tidak sempurna terbentuk (celana ketat, naik sepeda)
Penyakit radang panggul: diblokir tuba fallopi pada wanita
Impotensi: ketidakmampuan untuk laki-laki untuk memiliki ereksi, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, stres, kerusakan saraf
Vaginitis: disebabkan oleh iritasi kimia, panas yang berlebihan dan kelembaban dan atau bakteri, peningkatan debit dan gatal
KANKER: dari testis atau kelenjar prostat (yang paling umum pada laki-laki), risiko meningkat dengan usia, kanker leher rahim (yang paling umum pada wanita)
Tumor dan pertumbuhan:
Polip: pertumbuhan berdaging di leher rahim atau rahim
Kista ovarium: kantung berisi cairan di sekitar ovarium
Fibroid tumor: pada otot dan jaringan ikat
Endometriosis: sel-sel endometrium pecah dan bermalam di jaringan lain, seperti indung telur atau saluran tuba, mereka mulai tumbuh, merespon hormon, berdarah, dll.

Endometriosis 

Endometriosis
 salah satu penyakit yang paling signifikan mempengaruhi perempuan usia reproduksi. Prevalensi endometriosis adalah sekitar 10 sampai 15 persen wanita berusia 15 sampai 45.Endometriosis adalah penyakit perempuan di mana jaringan endometrium atau jaringan yang menyerupai dinding rahim ditemukan di daerah pinggul. Melalui setiap siklus menstruasi, jaringan ini menyimpang akan berdarah siklis. Perdarahan tersebut erat dengan menstruasi dan akhirnya menghasilkan fibrosis.Jaringan endometrium aktif dan fibrosis dapat menyebabkan sakit parah selama setiap siklus menstruasi. Siklus perdarahan dan fibrosis, terutama di sekitar nodul endometriosis ovarium dan tuba falopi, dapat menyebabkan kemandulan.
Penyebab endometriosis tidak diketahui pada saat ini, meskipun karya terbaru telah terlibat sistem kekebalan tubuh pada penyakit ini perempuan. Penyebab alternatif atau bersamaan berdasarkan data menunjukkan bahwa jaringan endometrium itu sendiri mungkin menyimpang dan menjadi abnormal invasif. Nyeri dapat melemahkan dan mengakibatkan hilangnya sekolah dan hari kerja. Endometriosis juga merupakan penyebab signifikan infertilitas dan bisa mencapai sekitar 25 sampai 30 persen infertilitas dijelaskan. Obat yang disetujui di AS untuk endometriosis terdiri dari danazol dan gonadotropin-releasing hormon pengganti. Pembedahan juga sering digunakan untuk mengobati endometriosis. Di Eropa, obat lain yang tersedia untuk digunakan, yaitu, progestogen seperti gestrionine, ini tidak disetujui di AS Obat digunakan terutama untuk mengobati rasa sakit yang terkait dengan endometriosis. Tidak ada obat obat saat ini tersedia atau mengubah perjalanan penyakit. 

Global FemmePharma Kesehatan, Inc adalah melanjutkan penelitian dan memperluas pilihan baru untuk pengobatan endometriosis.




Tata Surya dan Alam Semesta

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memproleh
Kelulusan Mata Pelajaran bahasa Indonesia

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e5/Planets2008-id.jpg/360px-Planets2008-id.jpg
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d7/Solarsys.svg/420px-Solarsys.svg.png

DI SUSUN OLEH     :
1. Nola Ellya Yudistira
NISN 9968939892
2. Resky Lestari
NISN 9970342896

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 4 BALIKPAPAN
(SMP NEGERI 4 BALIKPAPAN BARAT)
TAHUN PELAJARAN 2011/2012
Tata Surya dan Alam Semesta

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memproleh
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e5/Planets2008-id.jpg/360px-Planets2008-id.jpgKelulusan Mata Pelajaran bahasa Indonesia





http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d7/Solarsys.svg/420px-Solarsys.svg.png
 











DI SUSUN OLEH     :
1. Nola Ellya Yudistira
NISN 9968939892
2. Resky Lestari
NISN 9970342896

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 4 BALIKPAPAN
(SMP NEGERI 4 BALIKPAPAN BARAT)
TAHUN PELAJARAN 2011/2012

HALAMAN PENGASAHAN
Judul                           : Tata Surya dan Alam Semesta
Nama Siswa                : 1. Nola Ellya Yudistira
                                    2. Resky Lestari

Tempat/Tgl lahir          : 1. Balikpapan, 07 November 1996
                                      2. Balikpapan, 26 Agustus 1997

Jenis kelamin               : 1. Perempuan
                                      2. Perempuan

NISN                          : 1.9968939892
                                      2. 9970342896

Mata Pelajaran            :  BAHASA INDONESIA
Sekolah                       :  SMP NEGERI 4 BALIKPAPAN
Alamat                                    :  Jl. Bukit Pelajar 1 Sidodadi Balikpapan Barat
                                                                                    Balikpapan,01 Desember 2011
Wali Kelas,                                                                                          Penulis,


Darmayanti, S.Pd.                                                       Nola Ellya YudistiraNIP:196912132007012014                                                   NISN :9968939892

Mengetahui  :
Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Balikpapan


Drs. H. Ahmad Mursyid, M.Pd.
NIP 196102061986031022


KATA PENGANTAR
Rasa syukur penulis atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas karya tulis ini yang berjudul “Tata Surya”, guna memenuhi tugas yang merupakan salah satu syarat untuk memperoleh kelulusan atau ketuntasan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Berbagai usaha kami lakukan untuk mendapat informasi atau bahan-bahan dalam rangka mencari dasar teori dan data yang lebih lengkap, guna mendukung hasil penulisan yang sesuai dengan tujuan penulisan.
Kami menyadari bahwa penulisan karya tulis ini dapat diselesaikan karena adanya bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak, yang telah banyak memberikan dukungan, memberi bimbingan, dan memberi motivasi selama menyusun karya tulis ini. Untuk itu kami dengan kerendahan hati ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada :
1.      Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Balikpapan Barat Drs. H. Ahmad Mursyid, M.Pd
2.      Ibu Darmayanti yang telah memberikan pengarahan dalam menyelesaikan karya tulis ini.
3.      Orang tua kami yang telah memberikan motivasi, dan, bantuan dana untuk menyelesaikan karya tulis ini.
4.      Teman-teman yang telah memberikan masukan-masukan dan kritik dalam meyelesaikan karya tulis.
Kami menyadari bahwa karya tulis ini masih banyak kekurangan-kekurangannya meskipun kami telah membuat karya tulis ini dengan sebaik-baiknya, maka dari itu kritik, dan saran akan selalu kami dengar sehingga kami dapat membuat karya tulis yang lebih baik, dan kami berharap agar karya tulis ini dapat bermanfaat bagi semua orang yang membutuhkannya terutama para pelajar yang memerlukan.
Balikpapan, 01 Desember 2011
Penulis

    Nola.E.Y dan Resky.L

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL                                                                                                 2
HALAMAN PENGESAHAN                                                                                   3
KATA PENGANTAR                                                                                               4
DAFTAR ISI                                                                                                              5
BAB I             PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang                                                                        6
1.2              Rumusan Masalah                                                                   7
1.3              Tujuan Penulisan                                                                     8
1.4              Manfaat Penulisan                                                                  9
BAB II                        PEMBAHASAN
2.1       Terbentuknya Alam Semesta                                                  10
2.2       Susunan Tata Surya                                                                11
2.3       Bumi                                                                                       11
2.4       Asal Usul Tata Surya                                                              13
2.5       Daerah Lingkungan Sekitar                                                    16
2.6       Tata Surya bagian luar                                                           18
2.7       Kelompok Asteroit                                                                 18
2.8       Merkurius                                                                                19
2.9       Venus                                                                                      19

BAB III          PENUTUP
                        3.1       Kesimpulan                                                                             20
                        3.2       Saran                                                                                       21
DAFTAR PUSTAKA                                                                                                            22





BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Tata Suryaadalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteorasteroidkomet) lainnya.
Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalamsabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebarAwan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.
Berdasarkan jaraknya dari Matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus(4.500 juta km). Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km).
Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami. Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain.

1.2  RUMUSAN MASALAH
Suatu kegiatan ilmiah selalu diawali dengan adanya masalah. Masalah adalah suatu kendala atau persoalan pokok dalam penelitian ilmiah yang harus dipecahkan dengan kata lain masalah merupakan kesenjangan antara kenyataan dengan suatu yang diharapkan dengan baik, agar tercapai tujuan dengan hasil yang maksimal. Penelitian ilmiah memerlukan masalah, karna dengan adanya masalah kita dapat membuat suatu penelitian yang lebih baik kedepannya.
            Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka masalah-masalah yang akan dikaji dalam karya tulis ilmiah ini dirumuskan sebagai berikut:
1.      Bagaimana terbentuknya alam semesta ?
2.      Bagaimana terbentuknya bumi ?
3.      Bagaimana penjelasan atau teori-teori terbentuknya alam semesta ?
4.      Bagaimana susunan tata surya ?










1.3  TUJUAN PENULISAN

1.      Untuk mengetahui terbentuknya alam semesta
2.      Untuk mengetahui terbentuknya alam semesta
3.      Untuk mengetahiu susunan tata surya
4.      Mengetahui penjelasan atau teori teori dari took-tokoh terkenal mengenai pembentukan alam semesta dan tata surya.


















1.4  Manfaat Penulisan

1.      Sebagai sumber informasi dan pengetahuan bagi para siswa siswi.
2.      Sebagai penambahan materi pembelajaran bagi guru maupun murid.
3.      Sebagai pembelajaran agar kita mengetahui tentang pembentukan tata surya dan alam semesta
4.      Sebagai bahan penelitian atau pendalaman materi bagi semua orang khususnya para pelajar.


















BAB II
PEMBAHASAN
2.1Terbentuknya  Alam Semesta
            Teori-teori tentang terbentuknya alam semesta ialah Teori Keadaan (Steady State Theory) dan Teori Ledakan Besar (Big-Bang Theory). Teori Keadaan Tetap, menyatakan bahwa tiap-tiap galaksi yang terbentuk tumbuh menjadi tua dan akhirnya mati. Jadi teori ini beranggapan bahwa alam semesta itu tak terhingga besarnya dan juga tak terhingga tuanya (tanpa awal dan akhir). Sedangkan Teori Ledakan Besar ialah meledaknya massa yang sangat besar dengan dahsyat, karena adanya reaksi inti.
Berdasarkan Hipotesis Fowler, galaksi berawal dari suatu kabut gas pijar dengan massa yang sangat besar. Kabut ini kemudian mengadakan kontraksi dan kondensasi sambil terus berputar pada sumbunya. Ada massa yang tertinggal, yakni pada bagian luar dari kabut pijar tadi. Massa itu juga mengadakan kontraksi dan kondensasi maka terbentuklah gumpalan gas pijar yaitu bintang-bintang.Bagi yang bermassa besar masih berupa kabut bintang. Dengan cara yang sama, bagian luar bintang yang tertinggal juga mengadakan kondensasi sehingga terbentuklah planet. Demikian juga bagian planet membentuk satelit bulan.
Bima Sakti atau Milky Way, berbentuk seperti kue cucur.Matahari kita terletak kira-kira pada jarak 2/3, dihitung dari pusat galaksi itu sampai ke tepiannya.
Tata surya terdiri dari matahari sebagai pusat, benda-benda lain seperti planet, satelit, meteor-meteor, komet-komet, debu dan gas antarplanet beredar mengelilinginya. Teori-teori yang mendukung terbentuknya tata surya, antara lain Hipotesis Nebular, Hipotesis Planettesimal, Teori Tidal, Teori Bintang Kembar, Teori Creatio Continua dan Teori G.P. Kuiper.

2.2 Susunan Tata Surya
Matahari kita dikelilingi oleh sembilan planet.Empat buah yang dekat dengan Matahari disebut planet dalam, yaitu Merkurius, Venus, Bumi dan Mars.Lima lainnya yang disebut planet luar berada relatif jauh dengan Matahari dan umumnya besar-besar.Mereka adalah Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.
Anggota.tata. surya yang lain adalah:
1.      Asteroida, berbentuk semacam planet tetapi sangat kecil, bergaris tengah 500 mil, jumlahnya lebih dari 2.000 buah dan terletak antara Mars dan Jupiter.
2.      Komet atau bintang berekor. Garis edarnya eksentrik, perihelionnya sangat dekat dengan matahari, sedangkan aphelionnya sangat jauh, berupa bola gas pijar seperti matahari.
3.      Meteor, merupakan batuan dingin yang terjadi akibat gaya tarik bumi sehingga masuk ke atmosfer menjadi pijar karena bergesekan dengan atmosfer.

2.3 Bumi
Berbagai upaya telah ditempuh untuk menentukan umur tata surya termasuk bumi. Teori tentang itu antara lain Teori Sedimen, Teori Kadar Garam, Teori Geotermal dan Teori Radioaktivitas. Teori yang terakhir inilah yang dianggap paling benar.Teori ini berlandaskan perhitungan waktu paruh dari peluruhan zat radioaktif. Dengan mengetahui kadar zat radioaktif dibandingkan dengan kadar zat luruhannya dapat diketahui kapan zat itu terbentuk. Berdasarkan teori ini, kita dapat menghitung bahwa bumi berumur antara 5 sampai 7 ribu juta tahun.
Bumi ternyata tidak sepenuhnya bulat, tetapi agak pipih di kedua kutubnya.Bergaris tengah ekuatorial 7.923 mil sedangkan antarkutub 7.900 mil. BJnya 5,5 dan
beratnya 6,6 x 1021 ton.
Inti dalam bumi tebalnya 815 mil, inti luar 1.360 mil, mantel bumi 1.800 mil dan lapisan lithosfer 20 mil. Lapisan bumi yang cair disebut hidrosfer yang menutupi 71% muka bumi dengan kedalaman rata-rata 4.000 meter.Sedangkan lapisan yang berupa gas disebut atmosfer, terdiri dari troposfer setebal 10 mil.Di sini terdapat segala kegiatan cuaca seperti awan, hujan, badai, petir maupun lalu lintas udara.Sesudah troposfer ialah stratosfer dengan ketebalan mulai dari 10 – 50 mil.Pada lapisan ini terdapat lapisan ozon yang dapat menolak datangnya sinar ultra violet berintensitas tinggi dari matahari yang dapat merusak lapisan ionosfer.
Dikatakan demikian, karena segala senyawa berurai menjadi ion-ion pada temperatur yang sangat rendah.Sekarang lapisan ozon ini telah robek/berlubang akibat pemakaian bahan kimia jenis CFC.Lapisan ionosfer penting untuk dinding pemantul gelombang radio.
Teori Wegener mengungkapkan bahwa benua dan samudera bermula dari satu kontinen.Oleh karena lapisan kulit bumi, pada awalnya goyah dan bumi bergerak mengadakan rotasi maka lapisan tersebut retak dan secara perlahan serta terus menerus memisahkan diri menjadi benua-benua.Pegunungan Himalaya dan Samudera Hindia (Indonesia) terbentuk karena kerutan geoinklinal, sedangkan Atlantik karena pergeseran horizontal.Lithosfer, hidrosfer maupun troposfer merupakan tempat tinggal berbagai makhluk hidup dan disebut biosfer.
Harry Hess berpendapat bahwa di bumi ada enam lempengan utama sebagai berikut.
1.      Lempengan Amerika, terdiri dari Amerika Utara dan Selatan serta 1/2 dasar bagian barat Samudera Atlantik;
2.      Lempengan Afrika, yang terdiri dari Afrika dan sebagian samudera sekitarnya;
3.      Lempengan Eurasia, terdiri dari Asia, Eropa, dan dasar laut sekitarnya;
4.      Lempengan India, yang meliputi anak benua itu dan dasar samudera sekitarnya;
5.      Lempengan Australia terdiri dari Australia dan samudera di sekitarnya;
6.      Lempengan Pasifik, yang mendasari samudera Pasifik.

2.4 Asal-Usul Tata Surya
2.4.1    Terminologi
Secara informal, Tata Surya dapat dibagi menjadi tiga daerah.Tata Surya bagian dalam mencakup empat planet kebumian dan sabuk asteroid utama. Pada daerah yang lebih jauh, Tata Surya bagian luar, terdapat empat gas planet raksasa.[6] Sejak ditemukannya Sabuk Kuiper, bagian terluar Tata Surya dianggap wilayah berbeda tersendiri yang meliputi semua objek melampaui Neptunus.[7]
Secara dinamis dan fisik, objek yang mengorbit matahari dapat diklasifikasikan dalam tiga golongan: planet, planet kerdil, dan benda kecil Tata Surya. Planet adalah sebuah badan yang mengedari Matahari dan mempunyai massa cukup besar untuk membentuk bulatan diri dan telah membersihkan orbitnya dengan menginkorporasikan semua objek-objek kecil di sekitarnya. Dengan definisi ini, Tata Surya memiliki delapan planet: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, dan Neptunus. Pluto telah dilepaskan status planetnya karena tidak dapat membersihkan orbitnya dari objek-objek Sabuk Kuiper.[8]
Planet kerdil adalah benda angkasa bukan satelit yang mengelilingi Matahari, mempunyai massa yang cukup untuk bisa membentuk bulatan diri tetapi belum dapat membersihkan daerah sekitarnya.[8] Menurut definisi ini, Tata Surya memiliki lima buah planet kerdil: Ceres, Pluto, Haumea, Makemake, dan Eris.[9] Objek lain yang mungkin akan diklasifikasikan sebagai planet kerdil adalah: Sedna, Orcus, dan Quaoar. Planet kerdil yang memiliki orbit di daerah trans-Neptunus biasanya disebut "plutoid".[10] Sisa objek-objek lain berikutnya yang mengitari Matahari adalah benda kecil Tata Surya.[8]
Ilmuwan ahli planet menggunakan istilah gas, es, dan batu untuk mendeskripsi kelas zat yang terdapat di dalam Tata Surya.Batu digunakan untuk menamai bahan bertitik lebur tinggi (lebih besar dari 500 K), sebagai contoh silikat.Bahan batuan ini sangat umum terdapat di Tata Surya bagian dalam, merupakan komponen pembentuk utama hampir semua planet kebumian dan asteroid.Gas adalah bahan-bahan bertitik lebur rendah seperti atom hidrogen, helium, dan gas mulia, bahan-bahan ini mendominasi wilayah tengah Tata Surya, yang didominasi oleh Yupiter dan Saturnus. Sedangkan es, seperti air, metana, amonia dan karbon dioksida,[11] memiliki titik lebur sekitar ratusan derajat kelvin. Bahan ini merupakan komponen utama dari sebagian besar satelit planet raksasa. Ia juga merupakan komponen utama Uranus dan Neptunus (yang sering disebut "es raksasa"), serta berbagai benda kecil yang terletak di dekat orbit Neptunus.[12]
Istilah volatiles mencakup semua bahan bertitik didih rendah (kurang dari ratusan kelvin), yang termasuk gas dan es; tergantung pada suhunya, 'volatiles' dapat ditemukan sebagai es, cairan, atau gas di berbagai bagian Tata Surya.

Banyak hipotesis tentang asal usul Tata Surya telah dikemukakan para ahli, beberapa di antaranya adalah:
2.4.2    Hipotesis Nebula
Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg (1688-1772) tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace secara independen pada tahun 1796.Hipotesis ini, yang lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula Kant-Laplace, menyebutkan bahwa pada tahap awal, Tata Surya masih berupa kabut raksasa.Kabut ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula, dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen.Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu kabut memanas, dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari).Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat, dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling Matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar. Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan konsekuensi dari pembentukan mereka:
2.4.2.1  Hipotesis Planetisimal
Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan Matahari, pada masa awal pembentukan Matahari. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan Matahari, dan bersama proses internal Matahari, menarik materi berulang kali dari Matahari. Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari Matahari. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali, sebagian lain akan tetap di orbit, mendingin dan memadat, dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan, sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid.
2.4.2.2  Hipotesis Pasang Surut Bintang
Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada Matahari. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari Matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka, yang kemudian terkondensasi menjadi planet. Namun astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi. Demikian pula astronom Henry Norris Russell mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut.
2.4.2.3  Hipotesis Kondensasi
Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G.P. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950.Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa Tata Surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.
2.4.2.4  Hipotesis Bintang Kembar
Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya Tata Surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.

2.5       Daerah Lingkungan Sekitar
Lingkungan galaksi terdekat dari Tata Surya adalah sesuatu yang dinamai Awan Antarbintang Lokal (Local Interstellar Cloud, atau Local Fluff), yaitu wilayah berawan tebal yang dikenal dengan nama Gelembung Lokal (Local Bubble), yang terletak di tengah-tengah wilayah yang jarang. Gelembung Lokal ini berbentuk rongga mirip jam pasir yang terdapat pada medium antarbintang, dan berukuran sekitar 300 tahun cahaya. Gelembung ini penuh ditebari plasma bersuhu tinggi yang mungkin berasal dari beberapa supernova yang belum lama terjadi.[72]
Di dalam jarak sepuluh tahun cahaya (95 triliun km) dari Matahari, jumlah bintang relatif sedikit. Bintang yang terdekat adalah sistem kembar tiga Alpha Centauri, yang berjarak 4,4 tahun cahaya. Alpha Centauri A dan B merupakan bintang ganda mirip dengan Matahari, sedangkan Centauri C adalah kerdil merah (disebut juga Proxima Centauri) yang mengedari kembaran ganda pertama pada jarak 0,2 tahun cahaya.
Bintang-bintang terdekat berikutnya adalah sebuah kerdil merah yang dinamai Bintang Barnard (5,9 tahun cahaya), Wolf 359 (7,8 tahun cahaya) dan Lalande 21185 (8,3 tahun cahaya). Bintang terbesar dalam jarak sepuluh tahun cahaya adalah Sirius, sebuah bintang cemerlang dikategori 'urutan utama' kira-kira bermassa dua kali massa Matahari, dan dikelilingi oleh sebuah kerdil putih bernama Sirius B. Keduanya berjarak 8,6 tahun cahaya. Sisa sistem selebihnya yang terletak di dalam jarak 10 tahun cahaya adalah sistem bintang ganda kerdil merah Luyten 726-8 (8,7 tahun cahaya) dan sebuah kerdial merah bernama Ross 154 (9,7 tahun cahaya).[73]
Bintang tunggal terdekat yang mirip Matahari adalah Tau Ceti, yang terletak 11,9 tahun cahaya. Bintang ini kira-kira berukuran 80% berat Matahari, tetapi kecemerlangannya (luminositas) hanya 60%.[74] Planet luar Tata Surya terdekat dari Matahari, yang diketahui sejauh ini adalah di bintang Epsilon Eridani, sebuah bintang yang sedikit lebih pudar dan lebih merah dibandingkan mathari. Letaknya sekitar 10,5 tahun cahaya. Planet bintang ini yang sudah dipastikan, bernama Epsilon Eridani b, kurang lebih berukuran 1,5 kali massa Yupiter dan mengelilingi induk bintangnya dengan jarak 6,9 tahun cahaya.[75]



2.6       Tata Surya bagian luar
Pada bagian luar dari Tata Surya terdapat gas-gas raksasa dengan satelit-satelitnya yang berukuran planet.Banyak komet berperioda pendek termasuk beberapa Centaur, juga berorbit di daerah ini. Badan-badan padat di daerah ini mengandung jumlah volatil (contoh: air, amonia, metan, yang sering disebut "es" dalam peristilahan ilmu keplanetan) yang lebih tinggi dibandingkan planet batuan di bagian dalam Tata Surya
Raksasa-raksasa gas dalam Tata Surya dan Matahari, berdasarkan skalaKeempat planet luar, yang disebut juga planet raksasa gas (gas giant), atau planet jovian, secara keseluruhan mencakup 99 persen massa yang mengorbit Matahari. Yupiter dan Saturnus sebagian besar mengandung hidrogen dan helium; Uranus dan Neptunus memiliki proporsi es yang lebih besar. Para astronom mengusulkan bahwa keduanya dikategorikan sendiri sebagai raksasa es.[43] Keempat raksasa gas ini semuanya memiliki cincin, meski hanya sistem cincin Saturnus yang dapat dilihat dengan mudah dari bumi.
2.7       Kelompok Asteroit
Asteroid pada sabuk utama dibagi menjadi kelompok dan keluarga asteroid bedasarkan sifat-sifat orbitnya.satelit asteroid adalah asteroid yang mengedari asteroid yang lebih besar. Mereka tidak mudah dibedakan dari satelit-satelit planet, kadang kala hampir sebesar pasangannya. Sabuk asteroid juga memiliki komet sabuk utama yang mungkin merupakan sumber air bumi.[42]
Asteroid-asteroid Trojan terletak di titik L4 atau L5 Yupiter (daerah gravitasi stabil yang berada di depan dan belakang sebuah orbit planet), sebutan "trojan" sering digunakan untuk objek-objek kecil pada Titik Langrange dari sebuah planet atau satelit. Kelompok Asteroid Hilda terletak di orbit resonansi 2:3 dari Yupiter, yang artinya kelompok ini mengedari Matahari tiga kali untuk setiak dua edaran Yupiter.
Bagian dalam Tata Surya juga dipenuhi oleh asteroid liar, yang banyak memotong orbit-orbit planet planet bagian dalam.
2.8       Merkurius
Merkurius (0,4 SA dari Matahari) adalah planet terdekat dari Matahari serta juga terkecil (0,055 massa bumi). Merkurius tidak memiliki satelit alami dan ciri geologisnya di samping kawah meteorid yang diketahui adalahlobed ridges atau rupes, kemungkinan terjadi karena pengerutan pada perioda awal sejarahnya.[26] Atmosfer Merkurius yang hampir bisa diabaikan terdiri dari atom-atom yang terlepas dari permukaannya karena semburan angin surya.[27] Besarnya inti besi dan tipisnya kerak Merkurius masih belum bisa dapat diterangkan. Menurut dugaan hipotesa lapisan luar planet ini terlepas setelah terjadi tabrakan raksasa, dan perkembangan ("akresi") penuhnya terhambat oleh energi awal Matahari.[28][29]
2.9       Venus
Venus (0,7 SA dari Matahari) berukuran mirip bumi (0,815 massa bumi). Dan seperti bumi, planet ini memiliki selimut kulit silikat yang tebal dan berinti besi, atmosfernya juga tebal dan memiliki aktivitas geologi.Akan tetapi planet ini lebih kering dari bumi dan atmosfernya sembilan kali lebih padat dari bumi.Venus tidak memiliki satelit. Venus adalah planet terpanas dengan suhu permukaan mencapai 400 °C, kemungkinan besar disebabkan jumlah gas rumah kaca yang terkandung di dalam atmosfer.[30] Sejauh ini aktivitas geologis Venus belum dideteksi, tetapi karena planet ini tidak memiliki medan magnet yang bisa mencegah habisnya atmosfer, diduga sumber atmosfer Venus berasal dari gunung berapi.[31]

BAB III
PENUTUP
3.1       KESIMPULAN
            Kapitalisasi istilah ini beragam. Persatuan Astronomi Internasional, badan yang mengurusi masalah penamaan astronomis, menyebutkan bahwa seluruh objek astronomi dikapitalisasi namanya (Tata Surya). Namun, istilah ini juga sering ditemui dalam bentuk huruf kecil (tata surya)
 Lihat Daftar satelit untuk semua satelit alami dari delapan planet dan limaplanet kerdil.
Massa Tata Surya tidak termasuk Matahari, Yupiter, dan Saturnus, dapat dihitung dengan menambahkan semua massa objek terbesar yang dihitung dan menggunakan perhitungan kasar untuk massa awan Oort (sekitar 3 kali massa Bumi),,[76] sabuk Kuiper (sekitar 0,1 kali massa Bumi)[55] dan sabuk asteroid (sekitar 0,0005 kali massa Bumi)[39] dengan total massa ~37 kali massa Bumi, atau 8,1 persen massa di orbit di sekitar Matahari. Jika dikurangi dengan massa Uranus dan Neptunus (keduanya ~31 kali massa Bumi), sisanya ~6 kali massa Bumi merupakan 1,3 persen dari massa keseluruhan.
Astronom mengukur jarak di dalam Tata Surya dengan satuan astronomi (SA). Satu SA jaraknya sekitar jarak rata-rata Matahari dan Bumi, atau 149.598.000 km. Pluto berjarak sekitar 38 SA dari Matahari, Yupiter 5,2 SA. Satu tahun cahaya adalah 63.240 SA..



            3.2       SARAN
                        Dari hasil Penelitian ini, penulis memberikan saran-saran sebagai berikut :
1.      Sebelum melakukan suatu tindakan hendaknya harus dipikirkan secara matang sehingga tidak menyesal di kemudian hari
2.      Kita sebagai generasi muda harus menjaga keseimbangan alam untuk generasi selanjutnya.
3.      Dalam menjaga keseimbangan alam, kita sebagai makhluk hidup harus dengan cerdas menjaga alam sekitar kita.















DAFTAR PUSTAKA
            ^ Swedenborg, Emanuel. 1734, (Principia) Latin: Opera Philosophica et Mineralia (English: Philosophical and Mineralogical Works), (Principia, Volume 1)
            ^ See, T. J. J. (1909). "The Past History of the Earth as Inferred from the Mode of Formation of the Solar System". Proceedings of the American Philosophical Society 48: 119. Diakses pada 23 Juli 2006.
            ^ a b c M. M. Woolfson (1993). "The Solar System: Its Origin and Evolution". Journal of the Royal Astronomical Society 34: 1–20. Diakses pada 16 April 2008.
            ^ Benjamin Crowell (1998-2006). "5". Conservation Laws.lightandmatter.com.
            ^ M Woolfson (2000). "The origin and evolution of the solar system".Astronomy & Geophysics 41: 1.12. doi:10.1046/j.1468-4004.2000.00012.x.
            ^ nineplanets.org."An Overview of the Solar System".Diakses pada 15 Februari 2007.
            ^ Amir Alexander (2006). "New Horizons Set to Launch on 9-Year Voyage to Pluto and the Kuiper Belt". The Planetary Society.Diakses pada 8 November 2006.
            ^ a b c "The Final IAU Resolution on the definition of "planet" ready for voting", IAU, 24 Agustus 2006.